Batik merupakan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai filosofi, estetika, sekaligus potensi ekonomi kreatif dan pariwisata. Namun, generasi muda, khususnya mahasiswa, cenderung hanya mengenal batik sebagai pakaian formal tanpa memahami makna maupun proses pembuatannya. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di UMKM Batik Mojangi, Banyuwangi, dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam praktik membatik serta menumbuhkan apresiasi budaya. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Mahasiswa diperkenalkan pada sejarah dan filosofi motif batik Mojangi, kemudian melakukan praktik mencanting, pewarnaan, hingga menghasilkan karya batik sederhana dengan pendampingan pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa. Mereka tidak hanya mampu mempraktikkan teknik dasar membatik, tetapi juga lebih menghargai batik sebagai identitas budaya serta melihat potensi pengembangan batik dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pengabdian ini berhasil menjawab kebutuhan pelestarian budaya di era globalisasi sekaligus menegaskan peran pendidikan tinggi dalam mendukung keberlanjutan warisan budaya lokal.
Copyrights © 2025