Sistem kelistrikan pesawat memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan, salah satunya melalui Transformer Rectifier Unit 3 (TRU-3) yang bertugas mengubah arus AC menjadi DC. Kegagalan pada komponen ini dapat berdampak langsung terhadap sistem standby power pesawat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keandalan TRU-3 dalam sistem kelistrikan pesawat Boeing 737-200, terutama dalam kondisi darurat. Rumusan masalah membahas penyebab kegagalan TRU-3, bagaimana dampaknya, serta bagaimana metode perawatan dan penanganan yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai teknik analisis data untuk mengidentifikasi potensi kegagalan, menghitung Risk Priority Number (RPN), dan menentukan prioritas perawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi pustaka, serta pengamatan langsung pada sistem TRU-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kegagalan TRU-3 meliputi under voltage, over voltage, over current, dan over temperature, dengan nilai RPN tertinggi pada under voltage. Perawatan dilakukan secara preventif (C-check) dan korektif melalui penggantian unit. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis kegagalan berbasis FMEA untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan pesawat.
Copyrights © 2025