Sari Pediatri
Vol 27, No 4 (2025)

Prediktor Respons Klinis Imunoterapi pada Anak Asma yang Mendapatkan Imunoterapi

Anindita, Nadila (Unknown)
Triasih, Rina (Unknown)
Sumadiono, Sumadiono (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2025

Abstract

Latar belakang. Asma pada anak memerlukan tata laksana jangka panjang. Imunoterapi merupakan terapi adjuvan yang bertujuan menginduksi toleransi imun. Identifikasi faktor prediktor respons imunoterapi penting untuk mencapai kontrol asma optimal.Tujuan. Mengetahui apakah jenis kelamin, usia, obesitas, paparan asap rokok, riwayat atopi keluarga, dan derajat keparahan asma merupakan prediktor respons klinis imunoterapi.Metode. Penelitian observasional analitik dengan desain kohort prospektif menggunakan data sekunder. Subjek adalah anak asma usia 4-18 tahun yang mendapat imunoterapi di RSUP Dr. Sardjito (Maret 2021–Januari 2022). Parameter dianalisis terhadap luaran Asthma Control Test (ACT). Analisis univariat dan multivariat dengan uji chi-square digunakan.Hasil. Dari 27 subjek, 66,7% berespons baik. Usia merupakan faktor prediktor independen untuk kontrol asma. Pasien usia lebih muda (4-<12 tahun) memiliki kemungkinan 5,9 kali lebih besar mengalami perbaikan klinis dibandingkan kelompok usia lebih tua (12-18 tahun) [RR=5,95; IK95% 1,96-36,87; p=0,002]. Faktor lain seperti jenis kelamin, obesitas, paparan asap rokok, riwayat atopi keluarga, dan derajat keparahan asma tidak menunjukkan hubungan signifikan.Kesimpulan. Usia lebih muda (4-<12 tahun) merupakan prediktor independen untuk kontrol asma yang lebih baik pada anak yang menjalani imunoterapi.

Copyrights © 2025