Latar belakang. Pneumonia merupakan penyakit menular penyebab utama rawat inap di seluruh dunia, dengan angka kesakitan dan kematian tinggi di Indonesia. Pneumonia memiliki gejala yang bervariasi dan tidak spesifik tergantung dengan faktor seperti etiologi, usia dan respon imun.Tujuan. Menganalisis perbedaan profil klinis, terapi, lama rawat, dan luaran pneumonia pada anak berdasarkan usia. Metode. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Data pasien berdasarkan rekam medis di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2022 - 2023. Diagnosis CAP ditentukan SpA berdasarkan pemeriksaan dan penunjang. SpO2 diperiksa menggunakan pulse oksimetri. Penggolongan usia dikelompokan menjadi <1 tahun (bayi), ?1 tahun sampai dengan <5 tahun, dan ?5 tahun. Analisis bivariat dengan Uji Kruskal-Wallis dan Uji Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS versi 25.Hasil. Dari 177 pasien pneumonia anak, 114 data memenuhi kriteria inklusi dengan sebagian besar laki-laki, di kelompok usia <1 tahun dan ?1 - <5 tahun (44,7% dan 50,9%), keluhan demam sebanyak 72,8%, sesak 89,5%, dan batuk 97,4%. Temuan klinis takipnea dan retraksi dada (25,4% dan 32,5%), sianosis 2,6%. Rerata lama demam 2±3 hari, rerata lama rawat 3±2 hari, dan hanya 1 pasien dengan luaran meninggal. Tidak terdapat perbedaan profil klinis dan pemberian jenis terapi antibiotik, tetapi terdapat perbedaan rerata lama rawat pada pasien pneumonia anak berdasarkan usia (p<0,001).Kesimpulan. Kelompok usia pasien pneumonia <1 tahun mendapatkan lama hari rawat yang lebih lama dibandingkan kelompok usia ?1 - <5 tahun dan ?5 tahun. Disfungsi imunitas pada bayi, serta perkembangan paru bayi yang belum sepenuhnya berkembang akan rentan terhadap invasi patogen eksternal.
Copyrights © 2025