Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai oleh gangguan dalam berpikir, persepsi, emosi, dan perilaku. Tingginya jumlah penderita serta minimnya deteksi dini sering menyebabkan pasien tidak mendapatkan penanganan yang optimal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2022, skizofrenia memengaruhi sekitar 24 juta orang di seluruh dunia, atau sekitar 1 dari 300 individu (0,32%), dan meningkat menjadi 1 dari 222 orang dewasa (0,45%). Perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam bidang Kecerdasan Buatan, membuka peluang penerapan sistem pakar sebagai alat bantu dalam proses diagnosis gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem pakar berbasis web yang dapat membantu proses diagnosis awal skizofrenia, mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan, serta menghasilkan sistem yang sesuai diterapkan di Klinik dr. Suzie B.A.S. Metode yang digunakan adalah Certainty Factor, yang berfungsi sebagai dasar perhitungan tingkat kepastian diagnosis berdasarkan gejala yang diberikan pengguna. Sistem dirancang dalam format berbasis web agar dapat diakses secara fleksibel kapan pun dan di mana pun. Proses pengembangan meliputi penyusunan basis pengetahuan dari pakar kejiwaan dan mengonversinya ke dalam aturan logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar mampu mendiagnosis jenis skizofrenia berdasarkan gejala pengguna, dengan perhitungan Certainty Factor yang menghasilkan nilai kepastian terukur. Evaluasi pengguna menunjukkan respons yang sangat positif, dengan total skor 235 dari 275 (85,45%) dan termasuk kategori “Sangat Setuju.” Dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini mampu mendukung diagnosis awal skizofrenia secara cepat, akurat, dan efisien, sekaligus menjadi media edukasi yang memperkuat layanan kesehatan mental yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026