Kegiatan organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu sarana pengembangan soft skill mahasiswa di perguruan tinggi. Namun, keaktifan dalam organisasi sering kali dikaitkan dengan berkurangnya waktu belajar mandiri mahasiswa. Pandangan tersebut menimbulkan perdebatan mengenai pengaruh keikutsertaan organisasi terhadap alokasi waktu belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik waktu belajar mahasiswa Universitas Pamulang yang aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner daring kepada 79 responden mahasiswa Universitas Pamulang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi mean, median, standar deviasi, skewness, dan kurtosis, serta uji beda non-parametrik Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki rata-rata waktu belajar mandiri yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa keaktifan dalam organisasi tidak secara langsung berdampak negatif terhadap durasi waktu belajar mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai pola waktu belajar mahasiswa serta menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan pihak perguruan tinggi dalam pengembangan kegiatan kemahasiswaan.
Copyrights © 2026