Penelitian ini menganalisis pola pengeluaran bulanan mahasiswa dan faktor yang memengaruhinya melalui pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 28 responden. Hasil analisis menggunakan JASP menunjukkan rata-rata pengeluaran sebesar Rp 4.136.060 dengan median Rp 3.700.000. Standar deviasi yang tinggi (Rp 2.094.045) serta temuan outlier pada boxplot mengindikasikan variasi pengeluaran yang signifikan antar individu. Temuan menunjukkan bahwa pengeluaran tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan pokok, tetapi juga secara signifikan oleh faktor psikososial seperti lingkungan pergaulan, lokasi kampus di kota besar, dan status institusi. Selain itu, sumber pendanaan (mandiri vs. dukungan eksternal) turut memengaruhi otonomi dan fleksibilitas konsumsi mahasiswa.
Copyrights © 2026