Penentuan konstanta harmonik pasang surut, datum, dan tipe pasang surut laut sangat dipengaruhi oleh kondisi lokasi pengamatan, serta posisi relatif bulan maupun matahari yang memiliki periode tertentu pada setiap waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut menggunakan metode Admiralty dan membandingkan hasil analisis pasang surut di Perairan Tanjung Uban dengan data prediksi BIG (Badan Informasi Geospasial), TMD (Tide Model Driver), dan MIKE 21 dengan interval satu jam pada bulan September 2024. Validasi data pasang surut dilakukan dengan menghitung Root Mean Square Error (RMSE) dan korelasi dari kedua data. Hasil pengolahan menggunakan 29 piantan memenghasilkan komponen utama dan nilai bilangan Formzahl di Tanjung Uban mencapai 0 ,8 pada data lapangan dan data prediksi BIG (1,0), MIKE (0,7), dan TMD (0,6) yang termasuk ke dalam kategori campuran condong ke ganda. Perairan Tanjung Uban pada bulan September 2024 memiliki nilai mean sea level setinggi 7,89 m. Prediksi dilakukan untuk dijadikan perbandingan dan mencari nilai RMSE yang dapat dijadikan acuan besarnya tingkat kesalahan hasil prediksi pasang surut yang terverifikasi cukup akurat diantara data prediksi lainnya dengan nilai RMSE data BIG sebesar 0,0062 dengan korelasi 0,92 sehingga perbandingan data lapangan dengan data prediksi memiliki korelasi yang kuat.
Copyrights © 2025