Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganilisis problematika komunikasi dakwah dalam gerakan hijrah remaja di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak serta memahami factor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penyampaian pesan dakwah dikalangan generasi muda. Fenomena gerakan hijrah yang berkembang pesat dikalangan remaja mencerminkan adanya semangat spiritual baru, namun seringkali dihapkan pada tantangan komunikasi, seperti perbedaan persepsi, pemahaman agama yang parsial, serta pengaruh media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui tahap resukdi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama komunikasi dakwah dalam gerakan hijrah di Tualang terletak pada kurangnya kemampuan da’I dalam memahami psikologi remaja, penggunaan media sosial dakwah yang belum efektif dan kadang menimbulkan salah tafsir, lemahnya pembinaan lanjutan setelah kegiatan dakwah. Upaya solutif yang dilakukan dengan peningkatan kapasitas da’I muda, pendekatan dakwah berbasis komunitas, serta pemanfaatan media digital serta kreatif dan edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi dakwah kontemporer serta menjadi rujukan bagi pengembangan strategi dakwah remaja di era digital. Kata kunci: Komunikasi dakwah, gerakan hijrah, remaja Abstract This study aims to identify and analyze the problems of da'wah communication in the youth hijrah movement in Tualang District, Siak Regency and to understand the factors that influence the effectiveness of delivering da'wah messages among the younger generation. The phenomenon of the hijrah movement that is growing rapidly among teenagers reflects a new spiritual spirit, but is often faced with communication challenges, such as differences in perception, partial understanding of religion, and the influence of sosial media. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the main problems of da'wah communication in the hijrah movement in Tualang lie in the lack of ability of da'i in understanding adolescent psychology, the use of sosial media da'wah that is not yet effective and sometimes leads to misinterpretation, weak follow-up guidance after da'wah activities. Solution efforts are carried out by increasing the capacity of young da'i, a community-based da'wah approach, and the use of digital media that is creative and educational. This research is expected to enrich the study of contemporary Islamic missionary communication and serve as a reference for developing Islamic missionary strategies for youth in the digital era. Keywords: Islamic missionary communication, hijrah movement, youth
Copyrights © 2025