Penggunaan layanan ojek online memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas, namun diiringi dengan munculnya berbagai risiko yang dapat dialami pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen risiko pada pengguna ojek online berdasarkan persepsi tingkat risiko yang dirasakan. Penelitian dilakukan dengan metode survei deskriptif menggunakan kuesioner yang memuat 30 aspek risiko dan diukur melalui skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata setiap aspek risiko dan mengelompokkannya ke dalam kategori tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek risiko berada pada kategori sangat baik dan baik, dengan 23 aspek (76,7%) termasuk kategori sangat baik, 6 aspek (20,0%) kategori baik, dan 1 aspek (3,3%) kategori cukup, serta tidak ditemukan aspek risiko pada kategori kurang baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengguna ojek online memiliki tingkat kesadaran risiko yang tinggi, khususnya terkait keselamatan dan keamanan, meskipun risiko finansial masih berpotensi terjadi.
Copyrights © 2026