Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai jual rata-rata kendaraan bermotor dan pajak penjualan kendaraan bermotor terhadap laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan serta publikasi resmi terkait industri otomotif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik regresi linier berganda, uji t parsial, serta uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai jual rata-rata kendaraan bermotor (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih perusahaan, dengan nilai t hitung (4,378) lebih besar dari t tabel (2,160) dan signifikansi (0,001 < 0,05). Demikian pula, pajak penjualan kendaraan bermotor (X2) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, ditunjukkan oleh nilai t hitung (3,611) lebih besar dari t tabel (2,160) dan signifikansi (0,003 < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kenaikan harga dan pajak berpotensi menekan daya beli konsumen, PT Astra International Tbk mampu mengelolanya dengan strategi harga, efisiensi biaya, dan brand loyalty sehingga laba tetap meningkat. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bahwa faktor harga dan pajak bukan hanya sekadar beban, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan otomotif. Implikasi praktisnya, manajemen perusahaan diharapkan mampu merumuskan strategi penetapan harga yang adaptif serta memanfaatkan struktur pajak sebagai bagian dari perencanaan bisnis jangka panjang.
Copyrights © 2025