Tanaman kacang panjang polong ungu memerlukan ketersediaan hara serta kondisi lingkungan yang mendukung agar mampu mencapai pertumbuhan dan hasil optimum. Salah satu pendekatan pemupukan yang lebih ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk hayati, seperti pupuk hayati yang digunakan pada penelitian ini mengandung mikroorganisme Pantoea dispersa, Azospirillum sp., Aspergillus niger, Streptomyces sp., dan Penicillium oxalicum, yang berperan dalam penambatan nitrogen, pelrutan fosfat, serta dekomposisi bahan organik. Mikroba tersebut berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi respons pertumbuhan dan produktivitas kacang panjang polong ungu terhadap pemberian pupuk hayati. Kegiatan penelitian berlangsung pada Maret hingga Juni 2025 di Kebun Percobaan Kampus F7 Universitas Gunadarma, Jakarta Timur. Rancangan percobaan yang diterapkan ialah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) nonfaktorial dengan lima taraf dosis pupuk hayati, yaitu 0, 5, 6,5, 8, 9,5 g/polybag. Dalam penelitian ini digunakan 8 ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 2 sampel pada setiap ulangan, sehingga diperoleh 40 satuan percobaan dengan total 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, bobot 100 biji, dan bobot polong kering. Perlakuan 9,5 g/polybag menghasilkan yang terbaik, sehingga menghasilkan nilai tertinggi pada ketiga parameter tersebut sehingga dapat dianggap sebagai dosis paling efektif dalam meningkatkan hasil kacang panjang polong ungu.
Copyrights © 2025