Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang selain mengenai parenkim paru, juga mampu menginfeksi organ lain. Tuberkulosis nasal dapat bersifat primer atau sekunder akibat tuberkulosis paru atau lupus fasialis. Tuberkulosis nasal harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding granuloma nasal kronis. TB pada saluran pernapasan atas jarang terjadi dan hampir tidak dilaporkan dalam penelitian. Kami melaporkan kasus TB primer nasal, TB paru disertai HIV. Pasien di rawat inap di ruang isolasi khusus TB karena mengalami benjolan di hidung yang membesar dengan ukuran 3x3 cm disertai mimisan, demam yang naik turun, serta berat badan menurun dan berkurang nafsu makan. Tes bakteri tahan asam dan pemeriksaan histopatologi memastikan diagnosis tuberkulosis nasal. Gejala pasien setelah dua setengah bulan pengobatan anti-TB dan antiretroviral belum membaik. Setelah di rawat inap selama 78 hari, akhirnya pasien meninggal. Kasus ini menunjukkan bahwa memulai pengobatan segera, pengelolaan malnutrisi, serta pemantauan kejadian efek samping dan interaksi antar obat dapat memengaruhi keberhasilan terapi pada pasien dengan TB nasal.
Copyrights © 2025