Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode pengelolaan limbah tahu, khususnya melalui pendekatan reduce, reuse, dan recycle, serta penerapan bioproses fermentasi untuk mengolah limbah cair menjadi biogas dan pupuk organik cair (POC), serta pemanfaatan limbah padat sebagai pakan ternak alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi anaerob pada limbah tahu optimal terjadi pada hari keempat, dengan konsentrasi bio-N 20 ml per 2 kg ampas tahu, yang meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 8,35%, lemak kasar 42,92%, dan BETN 80,36%, serta menurunkan serat kasar 57,46% dan kandungan abu 30,66%. Penggunaan Effective Microorganisms (EM4) dalam fermentasi juga terbukti meningkatkan kualitas pupuk organik cair dan mempercepat dekomposisi bahan organik, menghasilkan gas metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂) sebagai energi alternatif. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah tahu melalui metode pengolahan yang tepat dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan energi berkelanjutan.
Copyrights © 2025