Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 4 Kota Bengkulu dengan melibatkan 30 orang guru dan tim pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dalam perhitungan harga pokok produksi, harga pokok penjualan, serta penetapan tarif layanan Teaching Factory (TEFA) yang transparan dan berbasis biaya riil. Sebagai solusi, kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pendidikan dan pelatihan, workshop, serta pendampingan penelaahan tarif BLUD dengan menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur, antara lain pemahaman konsep BLUD dari 55% menjadi 80%, pemahaman HPP dan HPPj dari 50% menjadi 82%, pemahaman metode ABC dari 48% menjadi 85%, serta kemampuan menyusun tarif TEFA dari 52% menjadi 83%. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode ABC melalui workshop dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengelola BLUD dan mendukung keberlanjutan program Teaching Factory di SMKN 4 Kota Bengkulu.
Copyrights © 2025