Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Stereotip Kecantikan Perempuan pada Kampanye #BeautyDiQuity dalam Iklan Luxcrime

Ariani, Fadila (Unknown)
Suskarwati, Sri Ulya (Unknown)
Yudizon, Zhafran Tsany (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2025

Abstract

Abstract - The study aims to analyze stereotypical representations of female beauty in the #BeautyDiQuity campaign for Luxcrime advertisement using Roland Barthes semiotic approach. The main focus is how the stereotype of beauty from the model of #BeautydiQuity campaign, which are people with disability shown with photo and video in Luxcrime social media page Instagram. This research using interpretive paradigm, qualitative methodology research, with Roland Barthes Semiotic data analyze, with three level of meaning: connotation, denotation, and myth as well as using data collection techniques through Kenneth Burke’s Pentad method analysis. The result of the research shows that Luxcrime #BeautyDiQuity campaign successfully create a new ideology about beauty. Beauty is not seen based on stereotype of beauty formed in society, which usually measured by physical perfection, but beauty is also seen from other things such as self-love, self-acceptance, daring to appear different, and all the strengths and weaknesses that women have are the true definition of beauty.Keywords: Semiotic; beauty stereotype; social media; beauty product; campaignAbstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stereotip kecantikan perempuan pada kampanye #BeautydiQuity dalam iklan Luxcrime dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana stereotip kecantikan model dalam kampanye #BeautyDiQuity yang merupakan penyandang disabilitas diperlihatkan melalui video dan foto yang terdapat di halaman media sosial Instagram Luxcrime. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitianinterpretif,metodologipenelitiankualitatif,dengananalisisdatamenggunakansemiotika Roland Barthes dengan memperhatikan tiga tingkatan makna: konotasi, denotasi, dan mitos serta menggunakan metode pengumpulan data menggunakan analisis pentad dari Kenneth Burk. Hasil penelitianmenunjukkanbahwakampanye#BeautyDiQuityLuxcrimeberhasilmembuatsuatuideologi baru dari kecantikan. Kecantikan tidak dipandang berdasarkan stereotip kecantikan yang terbentuk di masyarakat yang biasa diukur dengan kesempurnaan fisik, namun cantik juga dilihat dari hal lainnya seperti cinta kepada diri sendiri, penerimaan diri, berani tampil berbeda, dan semua kelebihan dan kekurangan yang dimiliki perempuan adalah definisi cantik sesungguhnya.KataKunci:Semiotika;stereotipkecantikan;mediasosial;produkkecantikan;kampanye

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

WartaISKI

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific ...