Penelitian ini menganalisis optimalisasi sistem pengambilan barang (picking system) di gudangPT. Agrinusa Jaya Santosa untuk menangani lonjakan permintaan produk sensitif seperti vaksindan vitamin. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melaluiwawancara semi-terstruktur dengan kepala gudang, picker, checker, dan staf operasionalberpengalaman. Fokus pada hambatan operasional saat Delivery Order (do) meningkat drastis.Hasil menunjukkan metode picker to goods dengan prinsip FIFO dan FEFO efektif menjagakualitas, namun Lonjakan permintaan menyebabkan beban kerja berlebih, kelelahan fisik,kesalahan manusia, dan inefisiensi tata letak yang memperpanjang waktu picking dari 45 menjadi95 menit per DO. Ketergantungan pada daya ingat staf senior membantu, tetapi kurangnyateknologi otomatisasi seperti warehouse management system (wms) membuat respons kurangcepat. pembahasan menekankan integrasi teknologi untuk mengurangi risiko, dengan rekomendasipenerapan barcode scanning, slotting ulang, dan cross-docking. kesimpulan mendorongtransformasi dari manual ke terotomasi untuk ketahanan operasional dan kepuasan pelanggan diindustri kesehatan, memberikan wawasan praktis bagi perusahaan serupa
Copyrights © 2026