Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja proyek konstruksi energi terbarukan PT Tritama Mitra Lestari saat terjadi pembengkakan biaya. Analisis ini membuktikan bahwa selama tahun 2023-2024 ,realiasi penjualan perusahaan menurun ,dan kinerja proyek sangat bervariasi dari merugi, hingga menguntungkan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Laporan Rencana Anggaran Pelaksanaan Proyek (RAPP), serta menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebelas perusahaan yang meneliti sampel dua puluh instalasi on grid dan hybrid rooftop yang telah diselesaikan. Pembengkakan biaya (X) yang diartikan sebagai akibat di mana biaya aktual melebihi anggaran yang direncanakan, berfungsi sebagai variabel independen dan Profitabilitas Proyek (Y) berfungsi sebagai variabel dependen. Menurut data penelitian, mayoritas biaya pembengkakan biaya proyek berakibat pada tingkat pembengkakan profitabilitas proyek. Data empiris menunjukan dan mendukung kesimpulan bahwa proyek yang memiliki penyimpangan biaya positif (pembengkakan), akan memperoleh profit di bawah average, sebaliknya, proyek yang memiliki ≥ pembengkakan biaya, dengan biaya yang lebih efisien, akan mengalami penurunan margin profit secara drastic ke angka negatif (kerugian). Dalam hal ini, temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya manajemen anggaran biaya yang lebih untuk menciptakan kelangsungan finansial suatu proyek
Copyrights © 2026