QS. Al-Ḥijr ayat 9 menegaskan jaminan ilahi atas penjagaan Al-Qur’an, sebuah klaim ghaib yang membedakannya dari kitab suci lain. Artikel ini menganalisis ayat tersebut sebagai manifestasi i‘jāz ghaybī melalui pendekatan linguistik dan historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan interdisipliner, mencakup tafsir klasik dan kontemporer, analisis kebahasaan (naḥwu, ṣarf, dan retorika), serta kajian historis terhadap transmisi Al-Qur’an, kodifikasi mushaf, qirā’āt mutawātir, dan manuskrip awal seperti Birmingham dan Ṣan‘āʾ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janji penjagaan Al-Qur’an terealisasi secara historis dan berkelanjutan, mencakup dimensi ḥāḍirī sejak masa pewahyuan dan mustaqbal hingga masa kini. Penjagaan ini menegaskan keotentikan Al-Qur’an serta membedakannya dari kitab suci lain yang mengalami dinamika tekstual. Temuan ini memperkuat pemahaman QS. Al-Ḥijr ayat 9 sebagai bukti i‘jāz ghaybī yang dapat diverifikasi secara linguistik dan historis lintas zaman.
Copyrights © 2025