Lintasan 8 ½ inci pada sumur X yang menembus formasi sandstone berporositas tinggi di kedalaman 3167 - 4772 ft menghadapi tantangan serius berupa kehilangan sirkulasi (lost circulation) dan potensi kerusakan formasi (formation damage). Permasalahan ini dapat menurunkan kestabilan sumur, meningkatkan risiko stuck pipe, serta menambah biaya operasi dan non-productive time (NPT). Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan formulasi lumpur berbasis air tipe drill-in fluid dengan penambahan polimer, inhibitor shale, agen pengendali filtrasi, dan material pengendali kehilangan sirkulasi (LCM). Metode penelitian meliputi pencampuran sampel menggunakan Hamilton Beach Mixer, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap sifat fisik dan kimia lumpur (mud weight, rheologi, filtrasi, pH, MBT, dan kadar K⁺) sesudah proses hot roll pada suhu 215 °F selama 16 jam untuk mensimulasikan kondisi bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesifikasi desain lumpur yang mampu menjaga kestabilan lubang bor sekaligus meminimalkan invasi filtrat ke dalam formasi produktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lumpur terformulasi memiliki densitas 9,05 ppg, viskositas plastis 18 cP, yield point 33 lb/100 ft², filtrat API 4,8 ml/30 menit, serta konsentrasi K⁺ 31.470 mg/l. Seluruh parameter yang diperoleh berada dalam rentang spesifikasi desain yang ditetapkan.
Copyrights © 2025