Polimer sintetik seperti partially hydrolyzed polyacrylamide (HPAM) banyak digunakan dalam aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR), namun memiliki keterbatasan pada kondisi reservoir dengan salinitas dan temperatur tinggi karena viskositasnya mudah menurun serta rentan mengalami degradasi dan adsorpsi pada batuan. Oleh karena itu, polimer alami seperti guar gum dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan yang lebih stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi guar gum terhadap viskositas dan tingkat adsorpsi pada batu pasir dan batu kapur. Pengujian dilakukan secara statis pada salinitas 10.000 ppm dengan konsentrasi guar gum 6.000, 7.000, dan 8.000 mg/L. Viskositas diukur menggunakan viskometer Ostwald, sedangkan adsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi guar gum meningkatkan viskositas larutan, namun viskositas menurun setelah berinteraksi dengan batuan akibat terjadinya adsorpsi. Adsorpsi tertinggi tercatat pada batu kapur sebesar 14,20 mg/g pada konsentrasi 8.000 mg/L. Secara keseluruhan, batu kapur menunjukkan kecenderungan adsorpsi lebih besar dibandingkan batu pasir karena porositas dan luas permukaan yang lebih kompleks. Temuan ini mengindikasikan bahwa guar gum berpotensi digunakan sebagai polimer dalam injeksi EOR, dengan desain injeksi yang harus mempertimbangkan efek adsorpsi agar efektivitasnya optimal.
Copyrights © 2025