Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan mineral lempung terhadap sifat petrofisika batuan reservoir, khususnya porositas dan permeabilitas, dengan memanfaatkan sampel singkapan Formasi Sambipitu dan Formasi Oyo di Kabupaten Gunungkidul sebagai analogi. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dengan EDS mapping, serta uji porositas dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan distribusi mineral lempung berperan signifikan dalam mengontrol kualitas reservoir. Kaolinit relatif mendukung porositas efektif karena cenderung tidak menghalangi jalur alir, sedangkan illit dan smektit menurunkan permeabilitas akibat mekanisme pengisian pori, bridging antarbutir, dan sifat ekspansif saat berinteraksi dengan fluida. Analisis integratif menunjukkan Formasi Sambipitu yang didominasi kaolinit dan fragmen fosil berpori memiliki kualitas reservoir lebih baik dibanding Formasi Oyo yang kaya mikrit, semen karbonat, serta illit. Nilai porositas yang diperoleh berkisar antara 7,03–20,80% dan permeabilitas 33,57–298,16 mD, dengan hubungan yang tidak selalu linier akibat pengaruh distribusi lempung. Simpulan dari penelitian ini adalah mineral lempung terbukti menjadi pengontrol utama kualitas reservoir, sehingga hasil studi dapat dijadikan dasar validasi model petrofisika serta referensi awal dalam mitigasi kerusakan formasi pada tahap eksplorasi dan produksi.
Copyrights © 2025