Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya sebagai penopang sektor pariwisata di Bali. Kawasan Ubud, sebagai pusat budaya dan destinasi wisata, mengalami pertumbuhan signifikan pada unit akomodasi seperti homestay, villa, dan guesthouse yang mayoritas dikelola secara kekeluargaan. Penelitian ini menelaah pengaruh literasi keuangan, pemisahan arus kas pribadi dan usaha, serta penerapan pembukuan sederhana terhadap kelangsungan usaha UMKM sektor akomodasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan 120 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif dan inferensial dengan SPSS 26. Hasil menunjukkan ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelangsungan usaha. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan untuk memperkuat manajemen keuangan serta keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025