Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, salah satu tanaman yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman kemangi. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sehingga perlu dikembangkan dengan menguji pada bagian bunga pada tanaman kemangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dari ekstrak bunga kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kemangi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi 20%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kemangi yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak sebanyak 53,60 gram dengan persentasi rendamen sebesar 26,8%. Ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar memiliki diameter zona hambat yaitu untuk konsentrasi 20% sebesar 10,11mm; kemudian 50% sebesar 12,79mm; dan konsentrasi 75% sebesar 17,48mm. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L.); Bakteri Staphylococcus aureus; Antibakteri
Copyrights © 2024