Tomat menjadi buah hortikultura dengan pola respirasi klimakterik dan mengalami penurunan mutu seiring waktu penyimpanan. Tomat juga memiliki sifat perishable yang mudah rusak sehingga diperlukan penanganan pascapanen yang tepat. Aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring sebagai penanganan pascapanen yang dapat mengurangi dampak negatif dari mikroba serta menekan pembusukan sehingga mutu buah menjadi lebih baik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi klorin dan larutan sabun pencuci piring untuk mempertahankan mutu buah tomat selama penyimpanan pascapanen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial. Perlakuan terdiri atas tiga taraf yakni kontrol, klorin, dan sabun pencuci piring yang diulang sebanyak tiga kali. Masing-masing perlakuan menggunakan sebanyak lima sampel buah tomat sehingga terdapat 45 buah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorin menghasilkan edible part pada buah tomat tertinggi yakni sebesar 91,3% dan penurunan diameter buah terendah yakni sebesar 3,75%. Sabun pencuci piring tidak mempengaruhi perubahan total padatan terlarut dibandingkan kontrol yang menurun sebesar 4,44%. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring dapat menekan dampak kerusakan buah tomat sehingga mutunya terjaga. Teknik ini dapat menjadi salah satu strategi penanganan pascapanen yang tepat untuk diimplementasikan dalam menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan.
Copyrights © 2025