Penelitian ini bertujuan menilai toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) dan menentukan konsentrasi efektif yang berpotensi digunakan dalam pengendalian hama pisang yang lebih ramah lingkungan. Ekstrak daun nilam diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1,5%; 3%; dan 4,5% serta kontrol yang diaplikasikan pada ulat daun pisang dengan tiga ulangan selama 96 jam pengamatan. Mortalitas dicatata setiap 24 jam dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan pengulangan untuk menguji pengaruh konsentrasi, perbedaan setiap ulat, dan interaksinya. Sedangkan nilai LC50 dihitung dengan analisis probit terhadap hubungan log konsentrasi dan probit mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa mortalitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan waktu paparan, dengan mortalitas rata-rata hari keempat mencapai 22,2% pada kontrol, 55,5% pada 1,5%, 77,8% pada 3%, dan 100% pada 4,5%. Namun, secara statistik pengaruh konsentrasi belum signifikan pada taraf 5% meskipun menunjukkan kecenderungan dose-dependent. Analisis probit menghasilkan persamaan regresi linear dengan koefisien determinasi tinggi (R2= 0,9353) dan LC50 sebesar 1220,57 ppm yang mengindikasikan toksisitas akut sedang terhadap ulat daun pisang serta konsistensi hubungan dosis dengan respon. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak daun nilam memiliki potensi biologis sebagai insektisida nabati, namun perlu penelitian lanjutan dengan jumlah sampel dan rentang konsentrasi yang lebih luas untuk menguatkan signifikansi statistik dan mengevaluasi dampak terhadap organisme.
Copyrights © 2025