Penelitian ini bertujuan memahami makna filosofis sluman slumun slamet serta menjadikannya dasar falsafah kesehatan mental masyarakat Kejawen Kalitanjung di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Ungkapan ini mengandung nilai lokal seperti kehati-hatian, kesadaran diri, ketekunan, dan harapan keselamatan. Filosofi ini tidak hanya diucapkan dalam ritual, tetapi juga dihayati dalam kehidupan sehari-hari dan sistem adat masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah ini menjadi pedoman moral, spiritual, dan sosial penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern sekaligus memperkuat identitas budaya. Meskipun tergerus arus modernisasi, masyarakat Kalitanjung tetap setia menjaga nilai-nilai Kejawen yang diwariskan turun-temurun. Sluman slumun slamet berfungsi sebagai falsafah kesehatan mental yang menuntun masyarakat menjalani hidup dengan penuh kesabaran, kehati-hatian, dan ketenangan batin. Filosofi ini mengajarkan pentingnya proses yang bijaksana dan harapan keselamatan sejati, baik duniawi maupun ukhrawi, sehingga menjadi pegangan kuat dalam menjaga keseimbangan hidup dan memperkokoh jati diri budaya di era modern.
Copyrights © 2025