Tanah Ultisol umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah hingga sedang, bereaksi masam, serta ketersediaan unsur hara yang rendah, sehingga berdampak pada rendahnya kesuburan tanah. Dalam kondisi tersebut, makrofauna tanah berperan penting sebagai perombak bahan organik dan pengendali proses ekologi tanah yang mendukung ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah di berbagai vegetasi tutupan lahan di tanah ultisol. Penelitian dilakukan pada tiga tipe vegetasi, yaitu lahan kosong, lahan jati, dan lahan jagung. Pengambilan sampel makrofauna tanah menggunakan metode monolit berukuran 25 cm × 25 cm hingga kedalaman 10 cm dengan metode hand sorting pada lima titik pengamatan di setiap vegetasi. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener, indeks dominansi, serta dianalisis hubungannya dengan sifat fisik dan kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan jati memiliki keanekaragaman makrofauna tertinggi dengan sembilan ordo dan nilai indeks keanekaragaman sebesar H’ = 1,85. Lahan jagung memiliki tiga ordo dengan nilai H’ = 0,52 dan didominasi oleh Isoptera dengan kelimpahan populasi sebesar 160 ekor m-². Lahan kosong hanya ditemukan satu ordo, yaitu Hymenoptera, dengan nilai H’ = 0 dan kelimpahan populasi sebesar 156,8 ekor m-². Faktor pH tanah, tekstur tanah, suhu, kadar air, dan kandungan C-organik berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi makrofauna tanah. Vegetasi tutupan lahan berpengaruh terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah pada Ultisol. Lahan dengan tutupan vegetasi yang lebih baik seperti lahan jati mampu mendukung komunitas makrofauna yang lebih beragam dan seimbang.
Copyrights © 2025