Toko XYZ merupakan usaha ritel daging segar yang masih bergantung pada proses penjualan konvensional. Ketergantungan pada pencatatan manual menimbulkan risiko kesalahan data, keterlambatan pelayanan, serta lemahnya pengendalian stok, sehingga berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses penjualan melalui pengembangan sistem informasi berbasis web. Identifikasi akar masalah dilakukan dengan analisis Fishbone untuk mengelompokkan faktor penyebab ketidakefisienan ke dalam aspek manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Hasil analisis digunakan sebagai dasar perancangan kebutuhan sistem melalui pemodelan Use Case, yang memetakan interaksi pengguna dengan sistem, meliputi login, manajemen produk, transaksi dan pelaporan penjualan. Sistem dikembangkan menggunakan model Waterfall secara terstruktur, mulai dari tahap analisis, desain, implementasi, hingga pengujian. Evaluasi dilakukan dengan metode Blackbox untuk menilai kesesuaian fungsionalitas terhadap kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan valid, mulai dari input data hingga otomasi laporan, tanpa ditemukan kesalahan logika. Implementasi sistem informasi ini terbukti mampu mempercepat durasi transaksi, meningkatkan akurasi pencatatan, serta menyederhanakan proses pelaporan penjualan. Selain memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi operasional, sistem ini juga mendukung transformasi digital pada bisnis ritel skala mikro. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk mencakup integrasi modul stok multi-cabang, sistem notifikasi ambang batas minimum stok, serta peningkatan keamanan melalui enkripsi data login, log aktivitas pengguna, dan manajemen backup otomatis.
Copyrights © 2026