Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman polong-polongan yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi serta mudah dibudidayakan. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil buncis dapat dilakukan melalui pemberian nutrisi tambahan, salah satunya Monosodium glutamat (MSG) yang mengandung gugus glutamat berpotensi berperan dalam proses fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi Monosodium glutamat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang ditanam dalam polibag. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi A: 0 g MSG (kontrol), B: 3 g MSG, C: 6 g MSG, D: 9 g MSG, dan E: 12 g MSG per batang. Pemilihan dosis didasarkan pada penelitian pendahuluan yang menunjukkan bahwa pemberian MSG di atas 15 g per batang menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun layu, dan menguning. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, usia tanaman mulai berbunga, jumlah daun, berat kering polong, dan jumlah polong bernas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MSG tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, usia tanaman saat mulai berbunga, dan jumlah daun, namun berpengaruh nyata terhadap jumlah polong bernas. Perlakuan B (3 g MSG) dan C (6 g MSG) cenderung meningkatkan tinggi tanaman, mempercepat umur berbunga, menurunkan berat kering polong, serta meningkatkan jumlah polong bernas dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, pemberian MSG pada dosis rendah hingga sedang berpotensi meningkatkan hasil tanaman buncis, khususnya pada parameter jumlah polong bernas.
Copyrights © 2026