Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi pelaku UMKM di Surabaya terhadap digitalisasi keuangan serta mengidentifikasi praktik pengelolaan keuangan digital yang berkembang pada era transformasi digital. Dengan menggunakan metode studi literatur terhadap 23 artikel empiris dan konseptual terbitan 2015–2025, penelitian ini menelaah kecenderungan persepsi, praktik aktual, serta faktor determinan adopsi digitalisasi keuangan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi UMKM bersifat dualistik: sebagian pelaku usaha menilai teknologi keuangan digital meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akses pasar, sementara sebagian lain masih ragu akibat rendahnya literasi keuangan, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran keamanan data. Dalam praktik, penggunaan QRIS, e-wallet, dan aplikasi akuntansi mulai meningkat namun belum merata, karena dipengaruhi kemampuan digital dan biaya adopsi. Kontribusi utama penelitian ini adalah memetakan secara sistematis hubungan antara persepsi, praktik, dan faktor penentu adopsi digitalisasi keuangan, sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM bergantung pada sinergi antara literasi keuangan, dukungan ekosistem, dan kesiapan teknologi. Temuan ini memberikan arah strategis bagi pemerintah daerah dan lembaga pendukung untuk merancang intervensi digital yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Copyrights © 2025