Perundungan merupakan tantangan penting dalam pendidikan dasar karena berdampak pada perkembangan sosial-emosional dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan kokurikuler “Say No to Bully” berbasis pembelajaran mendalam dalam mengembangkan empati dan integritas sebagai bagian dari dimensi kewargaan siswa kelas V. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan refleksi tertulis dari 28 peserta didik. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perilaku empatik, keberanian moral, serta konsistensi tindakan sebagai indikator integritas. Penurunan frekuensi perundungan verbal juga tercatat selama program berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam melalui pengalaman autentik, simulasi sosial, dan refleksi terarah efektif dalam menginternalisasi nilai empati dan integritas secara bermakna dan berkelanjutan. Model ini dapat menjadi strategi preventif yang relevan bagi sekolah dasar dalam mengembangkan budaya positif serta memperkuat karakter kewargaan peserta didik.
Copyrights © 2026