Kepemimpinan desa memainkan peran kunci dalam keberhasilan implementasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Kepala Desa Kempo menerapkan gaya kepemimpinan inovatif dalam meningkatkan partisipasi dan kapasitas warga desa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan pendekatan Miles dan Huberman.Temuan menunjukkan bahwa Kepala Desa Kempo menerapkan tiga dimensi utama kepemimpinan inovatif: visioner, kolaboratif, dan pengelolaan risiko. Visi pembangunan yang dirumuskan bersama warga mampu memandu arah pembangunan desa secara kolektif. Kolaborasi lintas-lembaga desa mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan. Keberanian dalam mengelola risiko, khususnya saat pandemi COVID-19, menunjukkan kapasitas adaptif dan responsif kepala desa. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan inovatif tidak hanya memperkuat tata kelola desa, tetapi juga memperluas ruang partisipasi dan kemandirian warga. Penelitian ini berkontribusi dalam literatur kepemimpinan publik berbasis lokal dan menyarankan studi lebih lanjut secara komparatif di desa lain untuk memperkuat generalisasi model kepemimpinan inovatif di level akar rumput.
Copyrights © 2026