Fenomena chatbot dalam budaya populer mengalami perkembangan pesat seiring majunya teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Natural Language Processing (NLP). Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap sejumlah publikasi ilmiah periode 2017–2025, penelitian ini menganalisis tren, peran, dan dampak sosial-budaya dari penggunaan chatbot dalam berbagai domain seperti pendidikan, musik, anime, fandom, dan interaksi manusia–komputer. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah publikasi, terutama sejak 2020, yang menandai semakin kuatnya integrasi AI dalam praktik budaya populer. Analisis tematik berbasis Grounded Theory mengungkap bahwa chatbot tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu percakapan, tetapi juga sebagai agen sosial, representasi budaya, dan medium pembentukan identitas digital. Di sisi lain, fenomena ini memunculkan isu etika seperti otentisitas budaya dan privasi data pengguna. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan chatbot budaya populer agar dapat menghadirkan inovasi yang cerdas, etis, serta berkesadaran budaya.
Copyrights © 2026