Pegawai Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) memiliki risiko tinggi mengalami vicarious trauma akibat paparan berulang terhadap cerita kekerasan dan kondisi traumatis korban. Paparan tersebut dapat menyebabkan perubahan kognitif dan emosional yang memengaruhi kesehatan mental, kualitas layanan, serta keberfungsian kerja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan awareness dan pemahaman pegawai mengenai vicarioustrauma, mekanisme psikologis yang mendasarinya, serta strategi pencegahannya. Metode pelaksanaan meliputi need assessment melalui wawancara mendalam dengan Pengelola Layanan Operasional dan Manajer Kasus, dilanjutkan dengan psikoedukasi berbasis poster visual yang disebarkan kepada seluruh pegawai UPT PPA. Efektivitas i diukur menggunakan desain pre-testdan post-test yang dianalisis dengan Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 16.14 meningkat menjadi 47.57 pada post-test (t = -41.826; p = 0.000). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi mampu memberikan pengetahuan baru yang bermakna, membantu peserta mengenali tanda vicarious trauma, serta memahami strategi coping yang adaptif. Secara keseluruhan, psikoedukasi menjadi intervensi preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan mental dan ketahanan emosional pegawai UPT PPA.
Copyrights © 2025