Fenomena mudahnya proses penyebaran informasi kebudayaan yang dapat memicu terjadinya konflik apabila sensitivitas informasi yang terkandung di dalam informasi kebudayaan tidak disampaikan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang urgensi role model literasi budaya dalam proses penyebaran informasi kebudayaan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dianalisis menggunakan thematic analysis dan menghasilkan empat tema besar penelitian. Hasil penelitian menunjukkan duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi bahwa urgensi role model literasi budaya terletak pada perannya dalam masyarakat sebagai panutan, figur publik, seseorang yang dapat dipercaya oleh masyarakat, menjaga etika saat menyebarkan informasi kebudayaan, dapat berkolaborasi untuk menyukseskan penyebaran informasi kebudayaan, menjadi penghubung masyarakat dengan dinas-dinas pemerintah, serta memiliki otoritas untuk berbagi informasi kebudayaan kepada khalayak. Duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta memaknai bahwa peran dari role model literasi budaya perlu disertai dengan kesadaran untuk mempelajari dan menyebarkan informasi kebudayaan.
Copyrights © 2025