Abstrak Permasalahan sampah di lingkungan pemukiman masih menjadi isu yang kompleks, terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu. RW 12 Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang sering menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan. Kegiatan penyuluhan dan praktik biopori dilakukan sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air tanah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai konsep dan manfaat biopori kepada masyarakat, dilanjutkan dengan praktik pembuatan lubang biopori secara langsung di lingkungan sekitar rumah warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki antusiasme tinggi dalam memahami dan mempraktikkan biopori, terbukti dari keterlibatan aktif warga dalam pembuatan lubang serta komitmen untuk menerapkannya secara berkelanjutan. Dengan penerapan biopori, volume sampah organik dapat dikurangi, kesuburan tanah meningkat, serta potensi genangan air berkurang. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan dan praktik biopori efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mengembangkan program serupa di wilayah lain.
Copyrights © 2025