Sterilisasi alat medis berperan penting dalam pencegahan infeksi nosokomial di fasilitas pelayanan kesehatan. Autoclave Getinge HS 66 yang digunakan di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso memerlukan proses diagnosis kerusakan yang cepat dan akurat agar operasional tetap optimal. Namun, teknisi dengan pengalaman terbatas sering mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kerusakan alat secara mandiri. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis web menggunakan metode inferensi backward chaining untuk membantu diagnosis kerusakan autoclave berdasarkan gejala yang diamati pengguna. Basis pengetahuan disusun melalui observasi lapangan, wawancara teknisi elektromedik, dan studi literatur, mencakup 20 jenis kerusakan, 71 gejala, dan 72 solusi. Validasi sistem dilakukan menggunakan skenario kerusakan nyata dari data pemeliharaan dan evaluasi pakar, dan menunjukkan akurasi diagnosis serta ketepatan rekomendasi solusi sebesar 100% dalam ruang lingkup pengujian. Evaluasi kuesioner terhadap 34 teknisi elektromedik menghasilkan nilai rerata di atas 4,0 pada seluruh indikator, dengan skor tertinggi 4,500 pada aspek efektivitas dan efisiensi sistem. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pakar yang dikembangkan andal secara teknis dan diterima dengan sangat baik oleh pengguna.
Copyrights © 2026