Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis. Kabupaten Bulungan, yang menjadi salah satu dari 160 kabupaten di Indonesia yang terintervensi untuk penurunan stunting, mencatat prevalensi stunting pada 2023 sebesar 22,6%, dengan penurunan 4,07% pada 2024 menjadi 18,53%. Meskipun ada penurunan, pencapaian target nasional sebesar 14% belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cluster tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan dengan menggunakan metode single linkage dan complete linkage. Kedua metode ini termasuk dalam analisis cluster hierarki yang menggabungkan observasi yang serupa menjadi satu cluster, sehingga jumlah cluster berkurang seiring berjalannya proses. Hasil analisis dengan metode single linkage membentuk tiga cluster: Cluster I (kerawanan tinggi) mencakup Long Bia, Cluster II (kerawanan sedang) meliputi Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Long Beluah, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu, dan Cluster III (kerawanan rendah) hanya Tanjung Selor, dengan rasio simpangan baku 0,15. Hasil metode complete linkage juga membentuk tiga cluster, namun dengan rasio simpangan baku 0,16. Berdasarkan hasil analisis, metode single linkage memiliki kinerja terbaik untuk pengklusteran data stunting di Kabupaten Bulungan.
Copyrights © 2026