Penelitian ini mengkaji penerapan konsep etnomatematika dalam proses pembuatan makanan tradisional Lentog Tanjung khas Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang muncul secara alami dalam aktivitas budaya masyarakat, mulai dari pembuatan lontong, pengolahan sayur, hingga penyajian dan penjualan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Lentog Tanjung di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Lentog Tanjung mengandung berbagai konsep matematika, meliputi operasi bilangan, rasio dan proporsi, perbandingan senilai dan berbalik nilai, pengukuran, geometri bangun ruang, perhitungan waktu, peluang, serta perhitungan ekonomi sederhana. Konsep-konsep tersebut diterapkan secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa menggunakan rumus matematika formal. Temuan ini menegaskan bahwa matematika terintegrasi dengan budaya lokal dan memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual, konkret, dan bermakna bagi peserta didik di sekolah dasar
Copyrights © 2026