Penjadwalan merupakan elemen fundamental dalam manajemen konstruksi karena menentukan efektivitas pengaturan waktu dan urutan pekerjaan, terutama pada pembangunan rumah tipe 36 yang memerlukan ketelitian dalam mengelola durasi dan ketergantungan aktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil penentuan lintasan kritis antara metode Critical Path Method (CPM) dan Precedence Diagram Method (PDM) untuk memahami perbedaan struktur ketergantungan dan implikasinya terhadap efektivitas penjadwalan proyek berskala kecil. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif-komparatif berdasarkan data aktivitas dan durasi pekerjaan yang diperoleh dari perencanaan proyek di BPBD Kabupaten Bantul, kemudian dianalisis melalui penyusunan jaringan kerja, perhitungan maju–mundur, dan identifikasi aktivitas kritis pada kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPM dan PDM menghasilkan durasi total proyek yang sama, yaitu 70 hari, namun dengan konfigurasi lintasan kritis berbeda: CPM mengidentifikasi 15 aktivitas kritis (45,45%), sedangkan PDM mengidentifikasi 26 aktivitas kritis (78,79%). Perbedaan ini menunjukkan bahwa PDM lebih sensitif terhadap hubungan paralel, sedangkan CPM lebih sesuai untuk struktur kerja linear. Penelitian merekomendasikan penggunaan PDM pada proyek yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam pemodelan ketergantungan aktivitas dan CPM sebagai alat pemetaan awal lintasan kritis.
Copyrights © 2026