Penyakit diare masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian terutama kepada bayi dan balita. Berdasarkan data Puskesmas Lalonggasumeeto jumlah penderita penyakit diare pada Tahun 2020 dengan insident rate 15,50% dari jumlah balita, Tahun 2021 dengan insident rateĀ 21,17% dan pada Tahun 2022 jumlah IR 19,61% dari balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Desa Batugong Kecamatan Lalonggasumeeto. Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study, Populasi penelitian ini berjumlah 268 balita dengan sampel 71. Dengan menggunakan Tehnik Systematis random sampling, dan Metode Analisis menggunakan Uji chi square dan uji phi. Hasil Penelitian Menunjukan Ada hubungan antara mencuci tangan ibu dengan kejadian diare (X2hitung = 8,910 > nilai X2tabel = 3,841) Ada hubungan antara Kualitas Air Bersih dengan kejadian diare, (X2hitung = 15,571 > nilai X2tabel = 3,841) dan Ada hubungan antara Kepemilikan Sarana Jamban dengan kejadian Diare pada balita (X2hitung = 29,580 > nilai X2tabel = 3,841). Diharapkan Bagi Masyarakat Agar meningkatkan system kewaspadaan dini terhadap kejadian Diare Balita melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai pentingnya sanitasi lingkungan yang sehat.
Copyrights © 2025