Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena semakin berkurangnya keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan, khususnya shalat berjamaah di masjid. Padahal, remaja merupakan generasi penerus yang sangat penting dalam menjaga eksistensi masjid di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang tepat dalam membina dan mengajak mereka aktif beribadah secara berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh pengurus Masjid Baitul Ilmi dalam membina remaja agar rutin melaksanakan shalat berjamaah, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pengurus masjid dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan, pemberian peran kepada remaja, serta pelibatan dalam kegiatan masjid secara aktif. Komunikasi dilakukan secara interpersonal, persuasif, dan menggunakan media sosial sebagai pendukung. Faktor pendukungnya antara lain kekompakan pengurus, fasilitas masjid yang memadai, dan dukungan tokoh masyarakat. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi kesibukan remaja, pengaruh gadget, serta kurangnya komunikasi dengan orang tua. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal; Pendekatan Keluargaan; Pengurus Masjid; Remaja Masjid; Shalat Berjamaah; Strategi Komunikasi
Copyrights © 2025