Studi empiris ini menyelidiki hubungan fisikokimia antara residu keringat dan terjadinya pelepasan muatan listrik statis (ESD) pada kulit manusia. Akumulasi residu keringat, yang kaya akan komponen ionik seperti Na?, K?, dan Cl?, dihipotesiskan memengaruhi konduktivitas permukaan kulit dan, selanjutnya, potensi pelepasan muatan statis. Studi kuasi-eksperimental ini melibatkan 100 peserta sehat yang dibagi rata menjadi dua kelompok: mereka yang memiliki residu keringat alami (eksperimental) dan mereka yang memiliki permukaan kulit yang bersih (kontrol). Pembacaan voltmeter elektrostatik dan analisis kromatografi ion dilakukan untuk mengkuantifikasi potensi pelepasan dan konsentrasi ion residu. Hasil menunjukkan tegangan pelepasan yang secara signifikan lebih tinggi pada kelompok residu keringat (mean = 2,42 kV, SD = 0,45) dibandingkan dengan kelompok kontrol (mean = 1,68 kV, SD = 0,32; p < 0,001). Residu natrium menunjukkan korelasi positif yang kuat dengan besarnya pelepasan ( r = 0,73, p < 0,001). Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan hidrasi kulit dan pengendalian residu di lingkungan pelayanan kesehatan untuk mencegah kejadian mikrostatik. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi risiko ESD pada berbagai tingkat kelembapan dan komposisi kulit.
Copyrights © 2025