DIMENSI
Vol 1 No 1 (2013)

Peranan Wayang Kulit Dalam Pengembangan Budaya Islam

Zulaela, Woro (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 May 2014

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah : wayang kulit adalah salah satu warisan dari walisangga dalam penyebaran agama Islam. Di Kendal ulama yang berperan dalam penyebaran ajaran-ajaran agama Islam adalah Sunan Katong yang masih mempunyai silsilah keluarga dengan Sunan Kalijaga. Pertunjukkan wayang yang jalan ceritanya digubah dari kitab aslinya yaitu kitab Mahabharata dan Ramayana, semuanya mempunyai tujuan utama yaitu memberi petunjuk kepada manusia ke jalan yang baik dan benar, ke jalan yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk memacu cipta, rasa dan karsa manusia. Oleh karena itu wayang kulit sangat berpengaruh dalam pengembangan budaya Islam khususnya di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Masalah yang dirumuskan adalah : (1) Bagaimana sejarah masuknya wayang  kulit di Kendal ?, (2) Bagaimana eksistensi wayang kulit di Kendal ?, (3) Bagaimana perkembangan agama Islam di Kendal ?, (4) Bagaimana pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal ?, (5) Bagaimana narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam ? Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui tentang masuknya wayang kulit di Kendal, (2) Untuk mengetahui eksistensi wayang kulit di Kendal, (3) untuk mengetahui perkembangan agama Islam, (4) untuk mengetahui pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal, (5) Untuk mengetahui narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam. Metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Wirosari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Sasaran penelitian ini adalah paguyuban Suko Raras. Peneliti menggunakan trianggulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Trianggulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan menggunakan metode interaktif model analisis terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. proses ini dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Dari penelitian ternyata dapat diambil kesimpulan bahwa pertunjukkan wayang kulit mempunyai peranan terhadap pengembangan budaya Islam di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Hal tersebut dapat dilihat dari makna dan simbolisme pada wayang seperti makna gunungan atau kayon yang merupakan simbolisme jagad semesta alam yang penuh melambangkan awal dan akhir kehidupan manusia juga sebagai wujud budaya Islam dalam arsitektur bangunan Masjid yang mustakanya berbentuk kerucut. Makna dari kelir yang diartikan sebagai jagad raya (dunia) dimana semua kehidupan berada didalamnya, Blencong melambangkan cahaya matahari, gedebog lambang dari bumi tempat kita berpijak. Makna dari kelir, blencong dan gedebog merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pertunjukkan wayang kulit karena ketiganya saling berkaitan yaitu melambangkan alam semesta dan matahari. Dalam budaya Islam diwujudkan dengan tekun beribadah dimana muslim yang mengimami, menghayati, mengilmui, mengamalkan dan mendakwahkan Islam serta sabar dalam berIslam sehingga hidap di Dunia ini akan mendapatkan ketenangan dan cahaya hidup. Sedangkan para punakawan adalah seorang pemomong yang bekerja tanpa pamrih memberi nasehat kepada para Pandawa, semua menuju pada kebaikan baik dari agama, kebatinan atau etika yang merupakan wujud budaya Islam dari pengajian, orang yang sering mendengarkan pengajian akan merasa tertuntun hatinya karena mengambil dari al-Qur’an dan al-Hadits. Kata Kunci : Wayang Kulit, Budaya, Islam

Copyrights © 2013