Produksi jamu tradisional sebagai warisan budaya Indonesia menghasilkan limbah organik berupa ampas rempah yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Limbah tersebut masih mengandung senyawa aromatik alami yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi limbah jamu sebagai bahan alternatif pembuatan aromaterapi alami ditinjau dari aspek inovasi, lingkungan, dan peluang sosial ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai hasil penelitian terkait kandungan senyawa aktif limbah jamu serta pemanfaatannya dalam produk aromaterapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah jamu mengandung minyak atsiri dengan karakteristik aromatik yang berpotensi memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Pemanfaatan limbah jamu menjadi produk aromaterapi mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan mengurangi limbah dan menciptakan nilai tambah berbasis sumber daya lokal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa limbah jamu berpotensi dikembangkan sebagai bahan aromaterapi alami yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, serta mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2026