Konsep nifāq merupakan salah satu tema fundamental dalam Al-Qur’an yang memiliki implikasi teologis dan sosial yang sangat signifikan. Al-Qur’an memposisikan nifāq sebagai penyakit hati yang berbahaya, karena mencerminkan kontradiksi antara pengakuan iman secara lahiriah dan kekufuran yang tersembunyi dalam batin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat nifāq dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif Tafsir al-Sa‘di, serta menganalisis karakteristik nifāq dan relevansinya dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tematik (maudhu‘i). Data primer diperoleh dari kitab Taysīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nāshir al-Sa‘di, sedangkan data sekunder meliputi kitab-kitab tafsir, literatur ilmu Al-Qur’an, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Sa‘di mengklasifikasikan nifāq ke dalam dua bentuk, yaitu nifāq i‘tiqādī dan nifāq ‘amalī, yang keduanya berakar pada penyakit hati seperti kedustaan, keragu-raguan terhadap kebenaran, serta kecenderungan untuk menipu Allah dan kaum beriman. Lebih lanjut, penafsiran al-Sa‘di menegaskan bahwa karakteristik nifāq tetap relevan dalam realitas kehidupan modern, khususnya dalam praktik keberagamaan yang bersifat simbolik, manipulasi wacana keagamaan, serta sikap bermuka dua dalam ranah sosial dan politik. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap ayat-ayat nifāq menjadi sangat penting sebagai upaya menjaga kemurnian iman sekaligus memperkuat integritas moral dan sosial umat Islam.
Copyrights © 2026