Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Pers Indonesia dalam peliputan bencana Aceh dengan menyoroti kehadiran Najwa Shihab sebagai jurnalis publik. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik jurnalisme bencana dijalankan dalam kerangka kebebasan pers yang bertanggung jawab serta sensitivitas terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis konten pemberitaan, pernyataan dan wawancara publik, serta kajian terhadap literatur ilmiah yang relevan dengan studi pers dan komunikasi. Sistem Pers Indonesia digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami relasi antara media, negara, dan publik dalam situasi krisis kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Najwa Shihab dalam peliputan bencana Aceh tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memperkuat peran pers sebagai kontrol sosial, sarana edukasi publik, dan jembatan empatik antara negara, media, dan masyarakat terdampak bencana. Praktik jurnalistik yang menekankan empati, keberpihakan pada korban, serta akuntabilitas kebijakan publik dinilai mampu meningkatkan kesadaran sosial dan membangun kepercayaan publik terhadap peran pers dalam situasi bencana.
Copyrights © 2026