Di era transformasi digital, perusahaan bill payment aggregator menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan kecepatan transaksi dengan ketertiban administrasi. PT ABC sebagai penyedia layanan konektivitas bisnis memerlukan sistem pengendalian internal yang kuat untuk meminimalkan risiko pada siklus penjualan dan piutang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal pada fungsi penjualan dan piutang serta memberikan rekomendasi perbaikan atas kelemahan yang ditemukan guna meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui audit manajemen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait prosedur operasional standar (SOP) perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah memiliki dasar pengendalian yang baik (seperti sistem otorisasi harga dan penggunaan price list), masih terdapat kelemahan signifikan meliputi: praktik rangkap jabatan, ketiadaan dokumen pesanan dan pengiriman (DO) secara formal karena alasan kecepatan transaksi, serta keterlambatan penyusunan laporan umur piutang (aging schedule). Pengendalian internal pada siklus penjualan dan piutang belum sepenuhnya efektif karena adanya inkonsistensi antara praktik lapangan dengan SOP yang berlaku, yang berpotensi meningkatkan risiko sengketa data dan piutang tak tertagih. Perusahaan direkomendasikan untuk segera melakukan pemisahan fungsi melalui penambahan personel, mendigitalisasi dokumen pesanan/pengiriman sebagai arsip sah, meningkatkan kedisiplinan pelaporan piutang tepat waktu, serta memperkuat koordinasi antara bagian penjualan dan manajemen terkait otorisasi harga
Copyrights © 2026