Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolis upacara pernikahan Simalungun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan deskriptif, berdasarkan analisis semiotik Charles Sander Pierce, yang dibagi menjadi tiga bagian: representatif, objek, dan interpretan. Data dikumpulkan melalui penelitian literatur dan wawancara dengan Bapak Jan Ridwan Saragih Sumbayak, Sitatang Atur di Pematang Siantar. Wawancara tersebut kemudian dianalisis secara sistematis berdasarkan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 simbol dalam upacara pernikahan Simalungun: Sinamot/Partadingan, Demban Sayur, Boras Tenger Sanggolom, Hiou, Suri Suri, Dayok Nabinatur, Nitak, Hinasumab, Jambar, Tandok, Tuppak, Dekke, Tortor Somba, Bulang, dan Gotong. Materi tersebut mendapat skor 90, menempatkannya dalam kategori "Sangat Baik".
Copyrights © 2026